-->
Cari Berita

Breaking News

Curah Hujan di Selat Sunda Meningkat

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Minggu, 08 Maret 2026

 

Dek kendaraan pribadi KMP Dorothy dari Merak ke Bakauheni, lengang, Minggu (8/3/2026) dinihari. Banyak penumpang menggelar tikar untuk tidur. (ist/inilampung)

INILAMPUNGCOM - Sejak hari Jum'at (6/3/2026) lalu hingga Minggu (8/3/2026) pagi, curah hujan di Selat Sunda mengalami peningkatan yang cukup signifikan.


Bahkan pada pelayaran dari Pelabuhan Merak, Banten, ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Minggu (8/3/2026) dinihari pukul 03.15 WIB dihiasi dengan hujan lebat. 


Meski demikian, tidak disertai angin kencang. Sehingga penumpang tetap nyaman.


Menurut ABK KMP Dorothy, dalam beberapa terakhir hujan memang selalu terjadi di Selat Sunda.


"Tapi nggak sampai mengganggu aktivitas pelayaran, karena angin tetep biasa," kata dia.


Sementara, meski bulan suci Ramadhan akan memasuki 10 hari terakhir, namun arus mudik belum kelihatan di Pelabuhan Merak, Banten.


Menurut pantauan hingga Minggu (8/3/2026) dinihari, aktivitas pelabuhan masih biasa-biasa saja.


Jumlah penumpang -baik dengan kendaraan pribadi maupun umum- masih normal. Belum tampak adanya arus mudik menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.


Memang ada beberapa penumpang travel yang mengaku akan mudik, tetapi jumlahnya sangat sedikit. 


"Saya mau pulang ke Pringsewu. Dikasih waktu lebih dulu sama majikan karena hari kedua Lebaran harus sudah balik," kata Nur, wanita asal Sukoharjo, Pringsewu.


Ia mengaku bekerja di sebuah perusahaan meubel di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. 


Suasana kapal juga relatif lengang. Hanya truk-truk pengangkut bahan pokok yang mendominasi. 


Karena lengangnya dek kendaraan pribadi, banyak penumpang yang memilih menggelar tikar untuk tidur. (zal/inilampung)

LIPSUS