-->
Cari Berita

Breaking News

PTPN I Segera Replanting 3.100 Hektare Tanaman Kelapa di Pulau Seram

Dibaca : 0
 
Jumat, 06 Maret 2026

INILAMPUNGCOM -- Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas melakukan kunjungan kerja ke Kebun Awaya PTPN I Regional 8 di Pulau Seram, Maluku, Kamis (5/3). Ia mendorong percepatan program hilirisasi kelapa dengan mencanangkan program tanam ulang (replanting) seluas 500 hektare pada 2026. Selanjutnya, replanting akan dilakukan bertahap sampai 3.100 hektare di lahan PTPN I Regional 8 ini.


Direksi disambut oleh Manager Kebun Awaya, Freddy B.R. Hutahaean, yang menyampaikan kesiapan jajaran kebun dalam mendukung agenda strategis perusahaan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kebun Awaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi dan pengolahan kelapa terintegrasi di kawasan timur Indonesia.


Dalam pengarahannya, Teddy Yunirman Danas memberikan motivasi kepada seluruh karyawan agar terus menjaga semangat dan optimisme dalam mengelola potensi kebun. Ia menyebut Kebun Awaya harus menjadi titik awal (groundbreaking) hilirisasi kelapa di lingkungan PTPN I.


“Potensi Kebun Awaya harus dimaksimalkan melalui langkah konkret dan terukur. Program replanting seluas 500 hektare pada tahun 2026 dan 1.000 hektare pada tahun 2027 harus menjadi momentum peningkatan produktivitas, baik dari sisi on farm maupun off farm,” ujar Teddy.


Kepada jajaran, Teddy memaparkan konsep budaya kerja “3 on 3” yang menjadi pondasi transformasi PTPN I dan relevan dengan pengembangan Kebun Awaya. Konsep tersebut meliputi Owner’s Mindset. Yaitu pola pikir sebagai pemilik perusahaan dengan memahami proses bisnis secara menyeluruh serta mempertimbangkan aspek cost and benefit dalam setiap pekerjaan untuk kepentingan perusahaan. 


Kemudian Networking, yakni kemampuan membangun kolaborasi yang memberi nilai tambah dengan mengedepankan tujuan bersama, melampaui sekadar rutinitas tugas harian. Serta Excellence, yaitu memastikan setiap upaya pencapaian target dilakukan sesuai aturan, dengan tata kelola yang baik dan perhitungan risiko yang terukur.


Penegasan nilai “3 on 3” tersebut sejalan dengan karakteristik dan potensi Kebun Awaya yang memiliki total luas areal sekitar 4.586 hektare, terdiri dari 3.100 hektare kebun kelapa dan 1.486 hektare kebun karet. 


Dengan dominasi komoditas kelapa, Kebun Awaya memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan hilirisasi berbasis kawasan. Optimalisasi potensi ini akan dilakukan melalui program peremajaan (replanting), peningkatan produktivitas, serta penguatan proses produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir.


Teddy menegaskan keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh luas areal dan kapasitas produksi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia, disiplin operasional, serta kolaborasi lintas fungsi yang solid. Dengan mengimplementasikan prinsip Owner’s Mindset, Networking, dan Excellence, Kebun Awaya diharapkan mampu menjadi model pengembangan hilirisasi kelapa di Regional 8 sekaligus berkontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah perusahaan.


Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Aris Handoyo, Head of PMO Hilirisasi Perkebunan Tri Susanto, serta seluruh karyawan Kebun Awaya yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.


Melalui kunjungan ini, manajemen PTPN I menegaskan komitmen untuk terus mendorong transformasi bisnis, memperkuat daya saing komoditas perkebunan, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional. (mfn/rls)

LIPSUS