-->
Cari Berita

Breaking News

BNPB Kirim Bantuan Rp1,5 Miliar Buat Percepat Pemadaman Karhutla Way Kambas

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Selasa, 20 Oktober 2026

Bantuan BNPB sampai di Dermaga Cabang, tepian Sungai Kuala Seputih, Selasa 20 Oktober 2026. (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa, 20 Oktober 2026, mengirim bantuan logistik dan peralatan guna mempercepat proses pemadaman karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur.


Bantuan logistik dan peralatan dari BNPB senilai Rp1.570.300.000 itu diterima Kepala BPBD Lampung, Aswarodi, di Dermaga Cabang, yang berada di daerah perbatasan Lampung Tengah dan Tulang Bawang.


Apa saja bantuan BNPB bagi tim gabungan pemadaman karhutla TNWK? Berikut datanya:


1. Nozzle pemadam kuningan dan variable nozzle sebanyak 20 unit.

2. Sepatu boot pemadam "Harmic" 300 pasang.

3. Jet shooter backpack endiess safe ES-170020 sebanyak 100 unit.

4. Selang hantar 2,5 x 30 meter sebanyak 200 roll.

5. Pompa air Robin - Alkon dan selang hisap sebanyak 20 unit.


Penyerahan bantuan di dermaga tepi Sungai Kuala Seputih ini dilanjutkan dengan rapat strategi dipimpin Marsma TNI Albert dari BNPB. Dihadiri Kepala BPBD Lampung, Aswarodi, Kepala BPBD Lampung Timur, Mohammad Ridwan, jajaran TNI, Polri, dan anggota tim gabungan lainnya.


Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Lampung, Tezza Brojo Negoro, bantuan logistik dan peralatan dari BNPB tersebut sangat membantu tugas tim gabungan di lapangan.


"Hanya memang untuk membawanya masuk ke kawasan Way Kambas perlu tenaga dan waktu ekstra. Misalnya, kita harus menarik selang hantar sepanjang 7 Km baru masuk ke dalam kawasan," tutur Tezza yang turun langsung mendampingi Aswarodi dan tim BPBD Lampung ke lokasi.

Rapat koordinasi pemadaman TNWK dipimpin Marsma TNI Albert. (ist/inilampung)


Suplai Makan Minum


Sementara Kepala BPBD Lampung Timur, Mohammad Ridwan, menjelaskan, selama ini pihaknya terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Lampung, TNI, Polri, dan tim dari TNWK dalam memobilisasi pasukan tim gabungan pemadaman karhutla Way Kambas.


"Kita juga melakukan penggalangan dan pemberian bantuan logistik berupa makan minum bagi tim gabungan. Kami semua bekerjasama secara sistemik untuk memadamkan karhutla di Way Kambas ini," kata Mohammad Ridwan melalui pesan WhatsApp, Selasa siang, 20 Oktober 2026.


Kiriman logistik berupa bahan makanan juga dilakukan Pemprov Lampung. Kabid Darlog BPBD Lampung, Tezza Brojo Negoro, menyatakan timnya membawa beberapa logistik untuk keperluan makan minum tim gabungan di lapangan. Mulai dari beras, sarden, minyak goreng, indomie, air mineral, dan beberapa lainnya.


Diketahui, sampai saat ini kawasan Way Kambas masih menyimpan sedikitnya 25 titik bara api. Dan untuk memadamkannya tidaklah mudah.


Gubernur Rahmat Mirzani Djausal didampingi Kepala BPBD Aswarodi dan Kepala DLH Riski Sofyan, Senin pagi, 19 Oktober 2026, di Pusdalops BPBD Lampung, mengakui bahwa untuk memadamkan karhutla di Way Kambas bukanlah pekerjaan mudah. 


Mengapa begitu? "Karena sebagian api berada di bawah permukaan lahan gambut, sehingga sulit terlihat secara langsung," ucapnya.


Kondisi yang demikian, sambung Gubernur Mirza, mengakibatkan kepulan asap terus muncul meski kobaran api tidak tampak di permukaan tanah.


Asap TNWK Mulai Merambah Desa


Gubernur Mirza mengungkapkan, saat ini terdapat tiga lokasi kebakaran di kawasan tersebut yang membutuhkan penanganan. 


Bahkan sejumlah titik berada tidak jauh dari permukiman warga, dan asapnya mulai bergerak ke arah desa-desa sekitar.


Diakui Mirza, pemadaman di lahan gambut tidak dapat dilakukan hanya dengan sekali penyiraman. Petugas harus melakukan pemadaman secara berulang untuk menjangkau api yang masih menyala di bawah permukaan tanah.


Dalam penanganannya, Pemprov Lampung telah mengerahkan sekitar 350 personel gabungan dari unsur TNI AD, BPBD kabupaten, BPBD provinsi, serta masyarakat.


Selain melalui jalur darat, pemerintah juga meminta bantuan BNPB untuk melakukan operasi waterbombing atau pemadaman menggunakan helikopter. Bantuan tersebut diperlukan karena lokasi kebakaran berada cukup jauh dari sumber air, sehingga menyulitkan proses pemadaman oleh petugas di lapangan.


Pemprov Lampung juga meminta dukungan peralatan berupa selang pemadam dengan panjang mencapai tiga kilometer agar pasokan air dapat menjangkau titik kebakaran. (johan/inilampung)

LIPSUS