-->
Cari Berita

Breaking News

Presiden Prabowo ke Way Kambas: Pemadaman 25 Titik Masih Jadi Ancaman

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Senin, 19 Oktober 2026

ilustrasi | inilampung.com

INILAMPUNGCOM --- Presiden Prabowo Subianto akan meninjau kondisi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur.

Kepala negara tiba pada akhir bulan Oktober 2026 ini. Berbagai persiapan menyambut kedatangan tim istana, kini sedang dimatangkan oleh pihak-pihak terkait.

Ancaman Kebakaran Hutan
Di sisi lain, kondisi TNWK sendiri hingga saat ini masih menyimpan masalah Karhutla cukup banyak. Setidaknya terdapat 25 titik yang diseriusi pemadamannya.

Minggu siang, 18 Oktober 2026, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengecek kesiapan dan agenda pemadaman karhutla di TNWK dengan datangi Posko OMC di Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan. Didampingi Kepala BPBD Lampung, Aswarodi, Wagub Jihan meminta data lengkap mengenai jumlah personil hingga peralatan yang dibutuhkan untuk mempercepat pemadaman karhutla di TNWK yang telah terjadi sejak pertengahan September 2026.

Guna mempercepat proses pemadaman, jumlah personel menjadi 350 orang termasuk 200 dari TNI. Selain mendapat bantuan 15 unit nuzzle dari BNPB. Operasi pemadaman dilakukan melalui udara dan darat.

Kepala BPBD Lampung, Aswarodi, mengatakan, upaya pemadaman masih berlangsung karena sejumlah titik api di kawasan TNWK belum dapat ditangani sepenuhnya.

"Sampai hari ini, kondisi kebakaran hutan di Lampung terdapat beberapa titik hotspot yang sedang ditangani. Mulai dari tanggal 15 September hingga sekarang, pemerintah masih terus berjibaku memadamkan titik api utama yang berlokasi di TNWK," ujar Aswarodi saat memantau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Raden Intan II, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdeteksi 73 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang dan 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Lampung. Dari jumlah tersebut, 25 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang berada di kawasan TNWK. 

Diketahui, kawasan taman nasional itu juga mendominasi temuan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Untuk mempercepat penanganan, Pemprov Lampung mengerahkan 350 personel Satgas Darat yang terdiri dari unsur TNI, BPBD Lampung Timur, Masyarakat Peduli Api, serta sejumlah instansi terkait. Juga meminta dukungan BNPB melakukan pemadaman menggunakan helikopter water bombing dan pesawat Operasi Modifikasi Cuaca.

Operasi tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut permintaan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal kepada BNPB serta perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan karhutla.

Minim Awan Konvektif
Dalam pelaksanaan OMC, Pemprov Lampung bekerja sama dengan Smart Aviation untuk melakukan penyemaian awan guna meningkatkan peluang terjadinya hujan di sekitar wilayah kebakaran.

Sejak operasi dimulai pada 10 Oktober 2026, tim udara telah melaksanakan tiga sorti penerbangan. Penyemaian menggunakan bahan higroskopis sempat menghasilkan hujan ringan pada 11 Oktober, tetapi hujan justru turun di wilayah Metro dan Natar akibat pergerakan angin.

Upaya modifikasi cuaca kembali menghadapi kendala sejak 14 Oktober karena minimnya pertumbuhan awan konvektif di wilayah Lampung bagian timur. Kondisi tersebut menyebabkan penyemaian awan belum dapat dilakukan secara optimal.

Sementara itu, pemadaman menggunakan helikopter water bombing juga menghadapi hambatan akibat rapatnya vegetasi dan tingginya pepohonan di kawasan TNWK.

Air yang dijatuhkan dari helikopter sulit mencapai permukaan lahan yang terbakar karena tertahan pepohonan. Kondisi itu membuat pemadaman melalui udara harus didukung penanganan langsung oleh petugas di darat. (zal/inilampung)

LIPSUS