-->
Cari Berita

Breaking News

Kejadian Langka Hari Ini: Kakak Ketua Tim Kunker DPR RI, Wagub yang Nyambut Adik Sendiri

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Jumat, 30 Januari 2026

 

Wakil Gubernur Lampung

INILAMPUNGCOM - Hari Jum'at (30/1/2026) pagi ini ada kejadian langka di Lampung. Kakak menjadi Ketua Tim Kunker Komisi VII DPR RI, yang menyambut secara resmi adalah Wakil Gubernur yang statusnya adik sendiri.


Itulah kejadian saat Chusnunia Chalim, Ketua Tim Kunker Komisi VII DPR RI, beserta rombongan, disambut Wagub Jihan Nurlela di Ruang VIP Bandara Radin Inten II, Branti, Natar, Lampung Selatan, jam 10-an pagi ini. 


Diketahui, Chusnunia Chalim yang beken dengan sapaan Nunik, -mantan Wagub Lampung periode 2019-2023- merupakan kakak kandung Wagub Jihan Nurlela. Keduanya putri tokoh kharismatis NU Lampung, Kiyai Chalim, almarhum.


Menurut Agenda Harian Gubernur Lampung, Jum'at 30 Januari 2026, Wagub Jihan yang menyambut kedatangan pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI dalam agenda kunker spesifiknya pagi ini. 


Di Bandara Radin Inten II, Wagub Jihan didampingi Karo Pemerintahan & Otda Binarti Bintang dan pejabat administrator dari Disperindag. 


Sementara, pada acara kunker Komisi VII di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Wagub Jihan juga terus mendampingi. Beberapa pejabat Pemprov Lampung diagendakan mengikuti kegiatannya. Mulai dari Kepala DLH Riski Sofyan, Kepala Disnaker Agus Nompitu, Kepala Dinas Nakkeswan Lili Mawarti, Kepala Dinas KPTPH Elvira Umihanni, Kepala Diskominfotik Ganjar Jationo, Karo Umum M. Zulyardi, dan beberapa pejabat lainnya.


Namun, Wagub Jihan tidak mengantar kepulangan sang kakak -Nunik- beserta rombongan Komisi VII ke Bandara Radin Inten II sore nanti. Karena ia pada pukul 14.00 WIB menjadi keynote speaker pada acara talkshow mengenai "Mewujudkan Lampung sebagai pusat produksi halal berkualitas" di Gedung Pusiban Kantor Gubernur di Telukbetung.


Untuk diketahui, setelah hari Kamis (29/1/2026) kemarin pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik setengah hari di Lampung, Jum'at (30/1/2029) hari ini giliran Komisi VII yang datang. 


Menurut data yang didapat inilampung.com dari Sekretariat Komisi VII DPR RI, kunjungan kerja spesifik Komisi VII ini dipimpin Chusnunia Chalim -beken disapa Nunik- yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi VII.


Rombongan Komisi VII yang dipimpin Nunik -mantan Wagub Lampung- itu terdiri dari 14 orang. Yaitu sembilan anggota DPR RI, sisanya pegawai sekretariat dan tenaga ahli komisi.


Siapa saja wakil rakyat dari Komisi VII DPR RI yang hari ini melakukan kunjungan kerja spesifik ke Lampung? Berikut datanya:

1. Hj. Chusnunia Chalim, Ph.D. Ketua tim. (F.PKB).

2. Ir. Lamhot Sinaga. Wakil ketua tim. (F.PG).

3. Novita Hardini, SE, ME. (F.PDIP).

4. Andhika Satya Wasistho. (F.PG).

5. Ir. Bambang Haryo Soekartono. (F.Gerindra).

6. H. Achmad Daeng Sere, S.Sos, MAP. (F.NasDem).

7. H. Hendry Munief, MBA. (F.PKS).

8. Muhammad Hatta. (F.PAN).

9. Rusda Mahmud (F.PD).


Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI yang menumpang pesawat Citilink dari Bandara Soekarno Hatta itu sampai di Bandara Radin Inten II Branti pada pukul 10.10 WIB.


Apa agendanya? Hanya satu. Yaitu mengunjungi lokasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk di Jln. Ir. Sutami, Sukanegara, Tanjung Bintang, Lampung Selatan. 


Pada kunjungan kerja spesifik Komisi VII dalam rangka pelaksanaan pengawasan ini, hadir juga perwakilan Kementerian Perindustrian RI dan Wagub Jihan Nurlela beserta jajaran pejabat Pemprov Lampung.


Usai pertemuan dilanjutkan solat Jum'at dan makan siang, sebagian anggota Komisi VII kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Citilink pada pukul 15.20 WIB. 


Sebagian lainnya -utamanya pegawai Sekretariat dan Tenaga Ahli Komisi VII- melanjutkan kegiatan di Lampung. Baru pada Minggu (1/2/2026) pagi, mereka kembali ke Jakarta. 


Lalu apa yang ingin diperoleh Komisi VII DPR RI dalam kunker spesifik setengah harinya ke PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk itu? Tidak lain untuk mendapatkan informasi mengenai industri pangan terintegrasi dari hulu ke hilir, teridentifikasinya tantangan dan peluang pengembangan industri pangan, serta terukurnya kontribusi industri terhadap ketahanan pangan dan perekonomian daerah. (zal/inilampung)

LIPSUS