-->
Cari Berita

Breaking News

3 WNI Pekerja Kapal Minyak Dikabarkan Hilang Dalam Perang di Selat Hormuz

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Minggu, 08 Maret 2026


INILAMPUNGCOM --- Keterangan perang antara Amerika Serikat (AS) - Iran telah memasuki hari ke delapan, pada Minggu (8/3). Puluhan kapal tangker di Selat Hormuz menjadi korban.


Saat ini, Iran menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang siapa saja yang melintas. Meski begitu, Iran menjamin keamanan bagi kapal-kapal sekutunya, China dan Rusia.


Selat Hormuz merupakan jalur perairan sempit yang memisahkan Teluk Oman dan Teluk Persia. Lokasi ini merupakan akses penting dalam perdagangan minyak internasional. 


Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang sebuah kapal tanker minyak berbendera Malta, Prima, di kawasan Teluk Persia pada Sabtu (7/3).


Aksi serangan rudal yang  terjadi pada Sabtu malam kemarin, mengakibatkan hilangnya tiga warga negara indonesia (WNI) yang bekerja di kapal berbendara Uni Emirat Arab.


Ketiga dari empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) adalah kapal Musaffah 2. Aksi ini, mengakibatkan kapal meledak dan tenggelam di Selat Hormuz.


Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah menjelaskan keempat WNI tercatat bekerja di kapal Musaffah 2 yang berbendera UEA.


"Insiden terjadi di Selat Hormuz, diantara perairan Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman pada tanggal 6 Maret 2026 pukul 02.00 dini hari waktu setempat," kata Heni dalam keterangan tertulis, sebagaimana di kutiip CNN, Minggu (8/3).


Heni menjelaskan berdasarkan keterangan saksi mata, kapal Musaffah 2 meledak hingga menyebabkan kebakaran sebelum akhirnya tenggelam di Selat Hormuz. Saat ini otoritas UEA dan Oman tengah menyelidiki penyebab pasti ledakan kapal. (CNN)


LIPSUS